Iklan Mira Taylor

mira3

mira4

Film EMAK Ingin Naik HAJI, Mulai Tayang di Bioskop 12 November 2009

Sayyidah Fatimah Ma’sumah

Sayyidah Fatimah Ma’sumah


Rombongan yang dliputi rasa bahagia dan dan diringi bacaan sholawat telah tiba di kota Qom. Masyarakat setempat menyambutnya dengan menyembelih kambing . Hal itu dilakukan dengan tamu istimewa tersebut dilindungi dari segala bencana. Tamu istimewa itu adalah salah satu keluarga Rasulullah Saww. Ketika masyarakat setempat mendengar bahwa putri Imam Musa Al-Kadzim, Sayidah Fatimah Masumah akan berkunjung ke kota Qom, mereka sangat bergembira. Sayidah Fatimah Masumah disambut gembira oleh masyarakat setempat dengan rasa haru yang mendalam. Bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata. Mereka teringat dengan ayahnya Imam Musa Al-Kadzim dan saudaranya, Imam Ali Ar-Ridho as. Dengan tibanya Sayidah Fatimah Masumah, aroma keluarga Rasulullah Saaw semerbak di seluruh penjuru kota tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Disumpahin Anak Muda

Disumpahin anak muda

sumpahnya anak muda

terjadi di jaman belanda

gaungnya kini sampai mana?


jika kemerdekaan adalah tujuan

apa yang terjadi hari ini?

indonesia dimainkan pemodal

pemimpinnya doyan ngegombal

politisi busuk berhati kadal

tak mau punya kebanggaan

jadilah budak belian


tersuruk di lembah kenistaan

berenang di lumpur penderitaan

penguasa istana aslinya asosial


rakyat pun bingung bin linglung

patronnya kalah di bursa dunia

kemiskinan pun jadi tumbal


pemilu ujungnya uang dan korsi

kekuasaan itu menggiurkan

koneksi dan korupsi merajalela

pada indonesia kita berkaca

tanah air jauh semakin sengsara

Heri Latief
Amsterdam, 28/10/2008

http://progind. net/
kolektif info coup d’etat 65: kebenaran untuk keadilan

http://herilatief. wordpress. com/

http://akarrumputli ar.wordpress. com/

Kemanapun Kamu Hadapkan wajahmu, maka yang tampak hanyalah Wajah Allah

Fikir dan Dzikir: From Natural Scientific Discovery to Spiritual Journey

Sunset in The Top of Gunung Gede Montain, Cianjur-Bogor.

Ketika masih SMA dulu, tahun 1982-83, hampir tiap tiap bulan aku naik Gunung Gede bersama teman-teman sekelas. Di sanalah aku mulai menemukan tanda-tanda kebesaran dan keagungan Tuhan Allah, Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Pemelihara Alam Semesta. Tiada kata-kata yang sanggup melukiskan rasa bahagia yang kualami ketika berhasil mencapai puncak Gudung Gede saat itu. Di bibir jurang kawah Gunung gede itulah aku sering merenung: berfikir dan berzikir tentang keindahan alam semesta. Bertapa Indah Ciptaan, pastilah jauh lebih indah Sang Penciptanya. Allahu Akbar, Subhanallah.

  1. إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ

  2. الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

003.190 Behold! in the creation of the heavens and the earth, and the alternation of night and day,- there are indeed Signs for men of understanding,-

003.191 Men who celebrate the praises of Allah, standing, sitting, and lying down on their sides, and contemplate the (wonders of) creation in the heavens and the earth, (With the thought): “Our Lord! not for naught Hast Thou created (all) this! Glory to Thee! Give us salvation from the penalty of the Fire.

Faedah selalu ingat kepada Allah dan merenungkan ciptaan-Nya

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Beasiswa BA International Islamic Studies at ICAS Jakarta 2008

Kritik atas Psikologi Kontemporer

KRITIK ATAS KEJIWAAN MANUSIA KONTEMPORAR

Sudut Pandang Psikologi Tradisional (Sufisme, Timur)

Oleh Budhy Munawar-Rachman

Tahapan perkembangan batin manusia yang berkembang di luar pengalaman manusia akan diri dan dunianya, berawal dari kondisi tertentu dan unik. Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan perspektif. Tanpa perlu berdebat, kita bisa saja mengatakan bahwa sudut pandang “dari atas”, yang diwakili oleh manusia kontemporer dan manusia primordial, sangat jauh berbeda dari sudut pandang “dari bawah” yang tercermin dalam mentalitas manusia tradisional yang “terjatuh” (fallen). Sekilas tampaknya gap ini tidak bisa diatasi. Karena jika rahmat Allah untuk makhluknya yang berakal ini sungguh tidak terbatas, maka perbedaan adalah konsekuensi logis dari rahmat tersebut. Tapi di luar itu, perkembangan evolusi spiritual manusia sekarang ini mencapai suatu titik balik. Kini manusia punya pilihan untuk melakukan reorientasi diri: atau menuju “ke atas” (Surga), atau meninggalkan semua kesemuan untuk mencapai aspirasi yang lebih tinggi dan mengikatkan dirinya secara penuh dalam “dunia ini”.

Baca entri selengkapnya »

Agama dan Pluralisme

Agama dan Pluralisme : Melawan sebuah distansi kultural

Oleh : Karel H Susetyo (ICAS MA Students)

“ Hakikat kebenaran telah mewahyukan dirinya dalam kebebasan”
( Martin Heidegger)

a. Prolog

Abad Modern menjadi abad terpenting dalam sejarah kehidupan manusia, ketika secara intens agama-agama saling bertemu dan menampakkan ekspresi serta konflik ketegangan dari pengikutnya antara satu sama lain. Pertemuan di mana agama-agama saling menampakkan keunikan dan universalitasnya yang semakin mengarah kepada eksklusivisme dan sektarianisme, sehingga timbul asumsi-asumsi teologis-politis bahwa telah terjadi perbenturan di antara mereka. Sebagaimana sangat diyakini oleh Huntington, dengan adanya sebuah benturan peradaban antara Barat (sebagai representasi Kristen dan Yahudi) dengan Timur (sebagai representasi Islam) melalui sebuah perebutan kekuasaan dan pengaruh politik-ekonomi dunia, dan akan berujung pada sebuah perang salib baru. Perebutan dan perjuangan atas klaim otoritas tunggal akan kebenaran dan jalan penyelamatan terakhir bagi manusia-lah yang mewujud sebagai titik pecah agama-agama di dunia. Keadaan inilah yang mendorong semakin gencarnya tuntutan atas kesadaran pluralisme agama yang mengatasi perbedaaan konseptual atas sumber-sumber teologis yang dimiliki oleh agama–agama ke dalam sebuah relasi ideal dengan kontekstualisasinya ketika saling berhadapan. Dan adalah sebuah reinterpretasi dinamis teks- konteks atas sumber-sumber teologis-lah yang memecahkan kebuntuan jalan panjang perbenturan tersebut, melalui aktivitas pengungkapan misteri yang terdapat dalam simbol dan teks agama guna memperoleh kebenaran akan maksud dan tujuan Tuhan di dalamnya.

Baca entri selengkapnya »

INTERNATIONAL CONFERENCE ON ISLAMIC SCIENCE AND THE CONTEMPORARY WORLD

ISTAC

03-2080 2900 (TEL.)/03-2094 8343 (FAX)

 

FIRST ISTAC INTERNATIONAL CONFERENCE ON ISLAMIC SCIENCE AND THE CONTEMPORARY WORLD

“Islamic Science in Contemporary Education”

 

1.                  BACKGROUND

 

            ISTAC is organizing its “First ISTAC International Conference on Islamic Science and the Contemporary World” scheduled to be held from 9th until 10th January 2008 (Wednesday – Thursday) at ISTAC, Damansara Campus. Following the 2006 International Conference on Ibn Khaldun, this conference on Islamic Science is part of an ongoing series of ISTAC international conferences on past leading thinkers, contributors and general thoughts on Islamic civilization with the view of making them better known and appreciated in the contemporary world.

Baca entri selengkapnya »

« Entri lama